Any menu items, particularly pointing to pages off-site, go here

December 2009
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

March 28, 2008

Zero

Bilangan nol yang kita kenal sekarang memiliki perjalanan yang cukup panjang. Perjalanan ini bisa kita telusuri dari asal katanya. Dalam bahasa Inggris, bilangan nol disebut zero. Kata zero ini berasal dari kata bahasa Italia, zefiro yang diserap dari bahasa Arab, safira yang berarti kosong.

Perujukan bahasa Inggris ke bahasa Italia, kemudian dari bahasa Italia ke bahasa Arab menunjukan perjalanan konsep nol yang dibawa oleh Leonardo Pisano. Matematikawan Italia ini belajar bilangan Hindu-Arab ke Aljazair, dan kemudian menyebarkannya ke daerah Eropa. Karena itulah ruang kosong yang sebelumnya digunakan untuk menyatakan bilangan nol, berasal dari bahasa Arab.

Filed under: Uncategorized by suranto at 11:33 am

Seni, Sains & Objektivitas

Apa yang Anda rasakan ketika mendengar musik klasik? Jawabannya bisa beragam. Bagi para pecinta musik klasik, simfoni megah yang ditawarkan bisa membawa ketenangan, ataupun semangat, namun bagi sebagian orang lainnya, musik klasik bisa jadi sangat membosankan. Lalu mungkinkah sesuatu yang menyangkut selera, seperti musik, lukisan, arsitektur dibakukan dalam sebuah rumusan matematis mengenai estetika?Relasi antara estetika dan matematika telah menjadi ketertarikan para matematikawan sejak lama. Ketertarikan ini melibatkan penelitian terhadap artifak-artifak purba, kaligrafi, musik, lukisan, serta bangunan-bangunan bersejarah. Gambar dan lukisan yang dilakukan manusia purba di dinding-dinding gua misalnya, menunjukan adanya pemahaman akan konsep simetri. Begitupula lukisan-lukisan karya Leonardo da Vinci dan Albrecht Durer yang sangat memperhatikan proporsi tubuh manusia dan geometri. Perhatian pada geometri ini selain bisa diapresiasi visual, juga bisa dijelaskan secara matematis, lebih tepatnya menggunakan Kaidah Emas. Pada musik klasik relasi ini bisa diamati pada gubahan Bach, Prelude dan Fugues, yang mengikuti skala Pythagoras.

Apa yang menghubungkan matematika dengan seni, sebuah ‘gambaran’ ideal di kepala mengenai dunia, atau kebetulan saja? Bagaimana dengan musik rap, apakah ‘keacakan’ juga bisa dijelaskan secara matematis?

Filed under: Uncategorized by suranto at 11:24 am

Bilangan Erdos

Salah satu bagian yang paling saya ingat dari buku The Man Who Loved Only Numbers adalah kebiasaan Erdos untuk memanggil anak kecil dengan panggilan epsilon. Totalitas Erdos dalam matematika, diabadikan oleh kawan-kawannya dalam bilangan Erdos, yaitu berapa derajat keterkaitan Anda dengan Erdos. Misalkan Anda berkolaborasi langsung dengan Erdos, maka Anda akan memiliki bilangan Erdos 1, dan jika Anda berkolaborasi dengan seorang kawan, maka kawan Anda tersebut akan memiliki bilangan Erdos 2.Hal yang menarik dari bilangan Erdos ini adalah bahwa para pemenang Nobel Fisika dan Ekonomi memiliki bilangan Erdos lebih kecil sama dengan 8, sedangkan untuk bidang kimia dan pengobatan, bilangan Erdos berturut-turut mencapai 10 dan 11. Angka ini mengecil untuk penghargaan-penghargaan khusus di bidang Matematika, meski Laurent Lafforgue, pemenang Field Medal tahun 2002 memiliki bilangan Erdos infinite.

Berapakah bilangan Erdos Anda?

Filed under: Uncategorized by suranto at 11:15 am

March 26, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Filed under: Uncategorized by suranto at 11:04 am
Powered by: WordPress • Tulip deisgn by Lilac Pixels • Based on Simple-Green by: Priss • Background and Divider based on graphics from Squidfingers • Other graphics modified from Microsoft Clipart